Dikarenakan banyaknya variasi sistem pengukuran yang tersebar diseluruh dunia, dan untuk menggantikan sistem pengukuran tradisional, maka pada tahun 1954 konferensi ke 10 Conférence générale des poids et mesures (CGPM) atau Konferensi Umum Bobot dan Ukuran memutuskan bahwa sistem internasional harus di turunkan dari enam satuan dasar untuk membantu pengukuran temperatur dan radiasi optik sebagai tambahan dalam kuantitas mekanik dan elektromagnetik. Ke-enam satuan dasar tersebut adalah metre, kilogram, second, ampere, degree Kelvin (selanjutnya akan diubah menjadi kelvin) dan candela. Pada tahun 1960 konferensi CGPM ke 11 sistem tersebut diberi nama Sistem Satuan Internasional dalam bahasa Perancis: Système International d’Unités atau disingkat menjadi SI. Satuan dasar ke tujuh adalah mole ditambahkan pada konferensi CGPM ke 14 pada tahun 1971.
Satuan Pokok
7 satuan dasar/pokok SI adalah sebagai berikut :
- Meter untuk panjang (m, l)
- Kilogram untuk massa (kg, m)
- Sekon untuk waktu (s, t)
- Ampere untuk arus listrik (A, I)
- Kelvin untuk suhu (K, T)
- mol untuk jumlah molekul (mol, n)
- Kandela untuk intensitas cahaya (cd, Iv)
Dua satuan SI tanpa dimensi adalah Radian (rad) dan Steradian (sr).
Dimensi
Dimensi dari satuan besaran fisis adalah cara menyatakan suatu besaran fisis yang tersusun dari besaran dasar (besaran pokok). Persamaan matematis yang menghubungkan besaran-besaran fisis harus memenuhi prinsip kehomogenan dimensi. Sedangkan besaran dasar adalah besaran yang dimensinya ditentukan secara defenisi seperti pada tabel berikut:
Tabel 1. Besaran Dasar dan Satuan Fundamental SI
| No | Besaran Dasar | Satuan | Lambang | Simbol Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Panjang | Meter | m | l (huruf kecil dari L) |
| 2 | Massa | Kilogram | kg | m |
| 3 | Waktu | Sekon | s | t |
| 4 | Arus listrik | Ampere | A | I (kapital dari i) |
| 5 | Suhu | Kelvin | K | T |
| 6 | Jumlah Zat | Mole | mol | n |
| 7 | Intensitas Cahaya | Candela | cd | Iv (Kapital i dengan subscript huruf kecil v) |
| 8 | Sudut Dalar | Radian | rad | |
| 9 | Sudut Ruang | steradian | sr |
Definisi besaran-besaran sewaktu-waktu diperbaiki sesuai dengan perkembangan metode pengukuran. Setiap definisi diusahakan agar hanya bergantung pada satu (atau beberapa) sifat alam fundamental yang tidak berubah keadaan dengan waktu, tempat, dan lain-lain.
Seringkali jika kita harus menyatakan besaran-besaran fisis, kita menjumpai bilangan-bilangan yang sangat besar atau sangat kecil. Konvensi umum mengenai berat dan ukuran ke-14 menganjurkan penggunaan awalan berupa sepuluh berpangkat bilangan bulat, atau khususnya kelipatan 103n, dengan n bilangan bulat.
Tabel 2. Besaran Dasar dan Satuan Fundamental SI
| Faktor | Awalan | Lambang | Faktor | Awalan | Lambang |
|---|---|---|---|---|---|
| 1018 | Eksa | E | 10-3 | mili | m |
| 1015 | Peta | P | 10-6 | mikro | µ |
| 1012 | Tera | T | 10-9 | nano | n |
| 109 | Giga | G | 10-12 | piko | p |
| 106 | Mega | M | 10-15 | femto | f |
| 103 | Kilo | k | 10-18 | alto | a |



